PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR Ti-B TERHADAP STRUKTUR MIKRO HASIL PENGECORAN CENTRIFUGAL DENGAN BAHAN DASAR ALUMUNIUM VELG BEKAS

Main Article Content

Agung Nugroho

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pasar global akan produk velg alumunium yang berkualitas tinggi, baik dari segi fungsi maupun tampilan sehingga dapat bersaing di pasaran internasional, maka diperlukan kualitas produk yang baik, artinya produk harus memiliki kualitas yang tinggi (sesuai standar). Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tentunya tidak terlepas dari apa dan bagaimana produk tersebut dibuat, mulai dari bahan paduan (komposisi kimia), proses pengecoran (casting), perlakuan panas (heat treatment), sampai pada proses akhir (finishing).  Aluminium alloy Al-7%Si (A356.0) merupakan salah satu paduan yang dipakai untuk bahan baku velg sepeda motor karena mempunyai kelebihan yaitu : tahan korosi, ringan, dan warnanya menarik. Namun secara sifat mekanik, alumunium memiliki kekuatan tarik maksimum (Ultimate Tensile Strengt), kekerasan (hardness), dan pertambahan panjang (elongation) masih dibawah standar (JIS H 5202). Standar JIS H 5202 adalah; Ultimate Tensile Strenght (UTS) minimal sebesar 25 kg/mm2 atau 245,25 Mpa, Elongation minimal 5%, Hardness 75 s/d 95 Hv, dan impact strenght (IS) 5,5 J/cm2. Sedangkan paduan alumunium A 356 hanya memiliki kekuatan tarik 16.86 J/cm2, Kekerasan 54.1 Hv, sehingga perlu ditingkatkan sifat mekaniknya. Sifat mekanik dari material aluminium alloy tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu jenis material tersebut, komposisi kimia (unsur paduan), dan perlakuan panas. Pada penelitian ini langkah yang dilakukan untuk memperbaiki struktur mikro adalah penambahan unsure inokulan Ti-B.

Article Details

Section
Articles